Ibu Mengirim Rantang Berisi Makan Siang Untukku Tanpa Sepengetahuanku, Ketika Aku Membuka Bagian Bawahnya, Air Mataku Jatuh Tak Tertahan
Waktu kecil, ibu biasanya
menyiapkan bekal makan siang. Makanan sehat dan bergizi selalu disiapkan dengan
kedua tangan lembutnya. Kini ketika anak-anaknya sudah bertumbuh dewasa dan
memiliki kegiatan sendiri, keinginan ibu untuk membuat bekal makan masih
tersimpan dalam hati namun sulit untuk direalisasikan. Dalam video ini, 3 orang
ibu yang mempunyai latar belakang berbeda diberi kesempatan untuk membuat bekal
makan untuk anak-anaknya.
Tim liputan memilih dapur Mama
Eiak, dapur Mama Oy, dan dapur Mama Waew yang kemudian mereka memberikan cerita
mengharukan tentang kasih sayangnya kepada anak. Putra dari Mama Eiak adalah
seorang tentara. Sedangkan Mama Oy mempunyai putri yang sedang hamil 7 bulan.
Putrinya kini tinggal di Bangkok bersama suami dan bekerja di sana. Terakhir,
Mama Waew memiliki seorang putri yang sedang magang sebagai dokter di rumah
sakit pedalaman.
Mama Waew merasa khawatir karena
pekerjaan putrinya mungkin berat dan tempat tinggalnya mungkin jauh dari kata
nyaman. Mama Waew juga khawatir makanan yang dikonsumsi oleh putrinya tidak
bergizi. Sebagai seorang ibu, Mama Waew yang tidak dapat membantu anaknya
membuat dirinya semakin khawatir.
Sedangkan Mama Eiak yang putranya
bertugas sebagai tentara tahu bahwa hidup anaknya akan beresiko dan tidak ada
yang tahu apa yang akan terjadi selama dia bertugas. Biarpun putranya selalu
memberi kabar lewat surat dan meminta ibunya tidak khawatir, Mama Eiak tetap
merasa khawatir akan keselamatan putranya.
Mama Oy yang sebentar lagi punya
cucu, mengkhawatirkan kesehatan putrinya yang sebentar lagi menjadi ibu.
Putrinya belum ahli memasak sehingga dia terbiasa membeli makanan di luar. Mama
Oy berharap putrinya menjaga kesehatan dirinya sehingga bayi yang dalam
kandungannya juga terlahir sehat.
Akhirnya, ketiga ibu ini mulai
memasak makanan kesukaan anaknya. Video ini meliput keseluruhan proses mulai
dari berbelanja di pasar, menyiapkan bahan, hingga akhirnya dimasukkan ke dalam
tempat makan. Semua anak menyukai masakan ibu mereka. Masakan ibu menjadi obat
rindu kampung halaman. Tiba saatnya masakan diantar kepada setiap anak.
Ada keraguan yang dirasakan Mama
Oy dan Mama Waew, apakah anaknya akan mengenali siapa yang memasak masakan itu.
Berbeda dengan Mama Eiak yang sangat yakin bahwa putranya sangat mengenali
masakan ibunya. Satu per satu kotak makan berisi masakan kesukaan bersama kasih
ibu dibuka oleh setiap anak. Suasana haru mulai terasa ketika membuka rantang
makanan hingga di rantang terakhir ada handycam yang telah diisi rekaman ibu
mereka.
Mendengar suara ibu dan melihat
ibu walau dalam rekaman video membuat mereka menangis. Saat itu memang mereka
tidak bisa memeluk ibu, mengucapkan terima kasih, dan bilang ‘Aku sayang ibu’
karena jarak yang jauh. Maka kalian yang tinggal dekat dengan ibu, ucapkan
terima kasih dan peluk mereka ya :)



Comments
Post a Comment