Gadis Ini Hampir Menangis Saat Kuenya Dijatuhkan Oleh Anak Nakal, Tapi Siapa Disangka Ia Malah Bersyukur Setelahnya

Kehidupan setiap orang itu berbeda-beda. Ada yang diberkahi dengan harta melimpah, ada juga yang harus bekerja keras hanya untuk makan sehari. Ada yang merasa cukup ada juga yang selalu kurang. Semua itu tergantung bagaimana kita mensyukuri apa yang kita punya juga seberapa besar kita bisa mengasihi sesama.

Sama seperti cerita Tiya. Tiya terlahir sebagai anak kaya raya. Ayahnya adalah pengusaha.
Sebelum berangkat les hari ini, Tiya bertanya pada ayahnya dengan perasaan gembira, “Ayah hari ini hari apa?” ayahnya hanya menjawab datar “hari Sabtu dong.” Wajah Tiya langsung berubah sedih dan agak marah. “Ayah pasti pura-pura lupa kan? Hari ini hari ulang tahunku.” Namun ayahnya malah bilang kalau dia lupa. Tiya hanya bisa diam merengut.


Di hari yang sama seorang gadis penjual bunga melati bernama Kanya terlihat sedang menjajakan bunga ke orang yang lewat. Setelah uangnya cukup, ia pergi ke sebuah toko roti. Ia melihat berbagai macam kue tart. Yang ia lirik adalah kue tart besar ada coklatnya, namun uangnya tidak mungkin cukup.


Maka ia hanya membeli satu cupcake. Baru saja keluar dari toko kue, dua orang remaja laki-laki menabrak Kanya sampai kuenya jatuh. Bukannya minta maaf, dua anak tadi malah memaki Kanya. “Makanya kalau jalan hati-hati.” begitu kata mereka. Kanya hanya diam mematung melihat kuenya jatuh. Ia lalu pergi ke taman.


Di situ ia melihat Tiya duduk sendirian menelepon ayahnya. Tiya yang agak kesal karena tidak dijemput pun melihat ke arah Kanya yang berbaju lusuh dan muka kusam, sangat berbeda dengan dirinya yang berbaju bagus dan wajah berseri.


Tak berapa lama ayah Tiya datang mengejutkannya. Sang ayah membawa kue tart dan sebungkus kado. Wajah Tiya berubah sumringah. Kanya melihat momen membahagiakan Tiya, lalu beranjak pergi. Tanpa pikir panjang, Tiya mengejar Kanya. Ayah Tiya pun kaget dan langsung mengejar Tiya dengan membawa kado dan kuenya. Tanpa sadar ia meninggalkan handphone mahalnya di bangku taman.


Ternyata Tiya ingin memberikan kue ulang tahunnya ke Kanya. “Ini buat kamu, hari ini hari ulang tahunnya Tiya. Nanti kamu bisa berbagi kue juga di ulang tahunmu.”
Kanya pun berterima kasih pada Tiya dan ayahnya. Setelah itu, ayah dan anak ini pergi. Lalu Kanya melihat dua anak nakal yang menabraknya tadi hendak mengambil handphone di bangku taman. Kanya tahu itu adalah handphone ayah Tiya. Dengan sigap ia mengambil handphone itu sebelum diambil dua anak nakal.


Kanya pun mengejar Tiya sedangkan dua anak nakal malah mengikutinya dari belakang. Setelah ketemu, Kanya langsung memberikan handphone ayah Tiya. Dua anak tadi pergi menjauh. Ternyata hari ini adalah hari ulang tahun Kanya juga. Sebagai gantinya, Kanya memberikan bunga dagangannya ke Tiya. Sedangkan kuenya akan ia berikan kepada ibunya yang sudah melahirkannya ke dunia.


Sampai di pasar tempat ibunya berjualan, Kanya langsung memeluk ibunya dan memberikan kue pemberian Tiya. Ibunya pun menangis haru dan merasa bangga pada Kanya.

Comments

Popular posts from this blog

Gak Perlu Susah-susah Nyari, Bikin Sendiri “Milo Cube” Hits Di Rumah, Modalnya Cuman 2 Sachet Milo Aja Ternyata!

Cocok Banget Buat Anak Kosan! Cobain deh "Masak Nasi dan Telur dengan Resep Ini", Begitu Dicicipi Hasilnya Gak Kalah Sama Masakan Restoran!

Flek Hitam di Wajah Bikin Stress? Gunakan “3 bahan Alami” Ini Untuk Mengusir ‘Noda Hitam Membandel”, Kulit Wajah Mulus Bukan Mimpi!